sistem gerak pada manusia

Sistem Alat Gerak / Otot pada Manusia

Otot merupakan alat gerak aktif. Pada umumnya hewan mempunyai kemampuan untuk bergerak. Gerakan tersebut disebabkan karena kerja sama antara otot dan tulang. Tulang tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak jika tidak digerakan oleh otot. Otot mampu menggerakan tulang karena mempunyai kemampuan berkontraksi.
Kerangka manusia merupakan kerangka dalam, yang tersusun dari tulang keras (osteon) dan tulang rawan (kartilago).

Gerak adalah perubahan posisi / kedudukan tubuh karena adanya aktifitas otot yang berkontraksi yang melekat pada rangka.

Alat gerak dibedakan atas

  1. Alat gerak pasif

Rangka tubuh

Merupakan susunan tulang-tulang yang terbentuk sedemikian rupa dangan system tertentu .

Fungsi kerangka:

  • Untuk menggerakan tubuh serta menentukan bentuk tubuh
  • Melindungi alat-alat tubuh yang penting dan lemah, misalnya otak, jantung, dll.
  • Tempat melekatnya otot-otot
  • Tempat pembentukan sel darh merah dan sel darah putih
  • Alat gerak pasif

Rangka dibedakan atas :

  • Rangka dalam / endoskeleton.

adalah rangka yang terlindung/ terbalut oleh otot dan kulit. contoh : pada manusia – verterbrata.

  • Rangka luar / eksoskeleton

adalah rangka yang melindungi bagian dalam tubuh dan posisinya paling luar. contoh udang, kepiting, belalang (artropoda), cacing tanah

Tulang penyusun rangka manusia terdiri atas :

  • ± 206 buah tulang (pada oarang dewasa), ± 300 bh pada bayi yang baru lahir
  • kandungan air ± 25%
  • zat organik berupa serabut ± 30%
  • mineral (kalsium phosfat + magnesium) ± 45%

Bentuk Tulang :

1)      Tulang pipa / tulang panjang :

  • Bentuk silinder.
  • bagian tulang panjang : epifise (ujung) – diafise (bagian tengah) – cakra epifise ( terletak antara epifise dan diafise yang banyak mengandung osteosit (sel tulang rawan) dan osteoblas (penghasil osteosit)
  • di dalam tulang pipa terdapat rongga, rongga ini merupakan aktifitas dari osteoklas yang berfungsi untuk merombak sel sel tulang. Rongga ini berisi sum sum tulang dan berwarna kuning (merupakan campuran antara lemak dan sum sum merah)
  • contoh: femur (tulang paha), tibia (tulang kering), fibula (tulang betis), humerus (tulang lengan atas), radius (tulang pengumpil), ulna (tulang hasta)

2)      Tulang pendek :

  • bentuk kubus / pendek
  • contoh : metakarpal (tulang telapak tangan)

3)      Tulang tak beraturan:

  • bentuk tidak beraturan/ amorf
    • contoh : vertebrae (tulang punggung), mandibula (tulang rahang bawah), maxila (tulang rahang atas)

4)      Tulang pipih :

  • bentuk gepeng/ memipih
  • contoh: tulang cranium (tulang kepala), costae (tulang rusuk)

Jenis jenis tulang :

a)      tulang rawan / kartilago :

  • berasal dari sel “mesenkhim(embrional) “
  • tersusun atas kondrosit/ sel tulang rawan
  • kondrosit dihasilkan oleh kondroblas (sel penghasil kondrosit) yang terdapat di dalam lakuna
  • menghasilkan kondrin/ matriks
  • dilindungi oleh selaput yang disebut  perikondrium
  • pada orang dewasa kartilago tersisa pada persendian , ujung hidung dan daun telinga , serta cincin batang tenggorokan
  • Tulang rawan hanya mengandung sedikit zat kapur sehingga lunak.
  • Tulang rawan terdapat pada bayi, dan bagian-bagian tertentu pada kerangka dewasa.

b)      tulang keras / osteon

  • berasal dari sel “mesenkhim (embrional)” / dan kartilago yang  mengeluarkan matrik
  • mengandung senyawa kapur dan phosfat .
  • tersusun atas osteosit/ sel  tulang
  • osteosit dihasilkan oleh osteoblast
  • dilindungi oleh selaput yang disebut periosteum
  • membentuk sistem havers, di tengah sistem havers terdapat saluran havers yang banyak mengandung pembuluh darah serta serabut saraf
  • dibedakan atas tulang spon (matriknya berongga, contoh pada tulang pendek) dan kompak (matriknya rapat dan padat, contoh pada tulang pipa)
  • Rongga di dalam tulang berisi sumsum tulang ada 2 macam yaitu sumsum kering dan sumsum merah.
  • Pertumbuhan tulang terjadi pada tulang rawan embrional dan kemudian pada cakra epifise.
  • Osteosit (sel tulang), dihasilkan osteoblast          berada dalam lakuna
  • Lamela  :  lapisan-lapisan penyelubung saluran Havers
  • Kanalikuli : penghubung lakuna
  • Saluran volkman: sel penghubung beberapa saluran Havers
  • Vena + arteri + serabut saraf terdapat didalam “saluran Havers”
  1. Alat gerak aktif
  • Persendian
    Persendian adalah hubungan antara dua tulang atau lebih.

Persendian dibedakan menjadi 2 yaitu:

a)Hubungan Sinartrosis

  • Sinkondrosis : antara tulang dihubungkan melalui tulang rawan sehingga memungkinkan sedikit gerak akibat elastisitas tulang rawan.

Contoh :

Hubungan tulang rusuk dengan tulang dada. Hubungan ruas-ruas tulang belakang.

  • Sinfibrosis : kedua ujung tulang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosis yang pada akhirnya mengalami penulangan dan tidak memungkinkan adanya gerak.

Contoh :
Hubungan antar tulang-tulang tengkorak

b)      Hubungan Diartrosis

Hubungan antar tulang ini memunkinkan terjadinya gerak karena pada ujung-ujung tulang terdapat lapisan tulang rawan hyalin, yang dilumasi dengan cairan synovia, meliputi :

1.Sendi Engsel, terdapat pada hubungan antara :

  • ruas-ruas jari
  • siku
  • lutut

2.Sendi Putar, terdapat pada hubungan antara :

  • tulang hasta dengan pengumpil
  • tulang kepala dengan tulang atlas

3.Sendi Pelana, terdapat pada hubungan antara :

  • Ruas-ruas jari dengan telapak kaki

4.Sendi Peluru, terdapat pada hubungan antara :

  • tulang lengan dengan gelang bahu
  • tulang paha dengan gelang panggul

5.Sendi Kaku, terdapat pada hubungan antara :

  • tulang-tulang pergelangan tangan
  • tulang-tulang pergelangan kaki

Kelainan Pada Tulang

a. Kelainan tulang karena kebiasaan yang salah :

  • Lordosis, tulang punggung yang terlalu bengkok ke depan
  • Kiposis, tulang punggung yang terlalu bengkok ke belakang
  • Skoliosis, tulang punggung yang bengkok ke kiri atau ke kanan

b.Kelainan tulang karena kekurangan gizi

  • Kekurangan zat gizi seperti vitamin D, zat kapur, dan fosfor, dapat menimbulkan gangguan proses pembentukan tulang.
  • Fraktura (patah tulang)
  • Fisura (retak tulang)
  • Arthritis (radang sendi)
  • Memar

Sistem Otot

Jenis-jenis Otot:

  • Otot Polos
  • Otot Lurik/otot rangka
  • Otot Jantung (miokardium)

Cara kerja otot dapat dibedakan :

  • Secara antagonis atau berlawanan; yaitu cara kerja dari dua otot yang satu berkontraksi dan yang lain relaksasi.
    Contoh: Otot trisep dan bisep pada lengan atas.
  • Secara sinergis atau bersamaan; yaitu cara kerja dari dua otot atau lebih yang sama berkontraksi dan sama-sama berelaksasi.
    Contoh :

otot-otot pronator yang terletak pada lengan bawah

otot-otot dada

otot-otot perut

Macam/Jenis Gangguan Pada Tulang Dan Sendi Tulang Manusia

1)      Kelainan / Gangguan Pada Tulang Belakang / Spinal Manusia

a)Kiposis / Kyphosis

Kiposis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke depan yang mengakibatkan penderita menjadi terlihat bongkok

b)      Lordosis

Lordosis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke belakang yang mengakibatkan penderita menjadi terlihat bongkok ke belakang.

c)      Skoliosis / Scoliosis / Skeliosis

Skoliosis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke samping baik kiri atau kanan yang membuat penderita bungkuk ke samping.

d)      Sublubrikasi

Sublubrikasi adalah kelainan pada tulang belakang pada bagian leher yang menyebabkan kepala penderita gangguan tersebut berubah arah ke kiri atau ke kanan.

2)      Kelainan / Gangguan Pada Sendi Manusia

a)      Keseleo / Terkilir / Sprained

Terkilir atau keseleo adalah gangguan sendi akibat gerakan pada sendi yang tidak biasa, dipaksakan atau bergerak secara tiba-tiba. Umumnya kesleo bisa menyebabkan rasa yang sangat sakit dan bengkak pada bagian yang keseleo.

b)      Dislokasi / Dislocation

Dislokasi adalah gangguan pada sendi seseorang di mana terjadi pergeseran dari kedudukan awal.

c)      Artritis / Arthritis

Artritis adalah radang sendi yang memberikan rasa sakit dan terkadang terjadi perubahan posisi tulang. Salah satu contoh artritis yang terkenal adalah rematik.

d)      Ankilosis / Ankylosis

Ankilosis adalah gangguan pada sendi di menyababkan sendi tidak dapat digerakkan di mana ujung-ujung antar tulang serasa bersatu.

3)      Kelainan/Gangguan Retak Tulang / Patah Tulang / Fraktura / Fracture

Fraktura tulang adalah ratak tulang atau patah tulang yang umumnya terjadi akibat benturan, kelebihan beban, tekanan, dan lain sebagainya. Fraktura tulang sederhana yaitu keretakan tulang yang tidak melukai organ-organ yang ada di sekelilingnya. Fraktura kompleks adalah keretakan tulang yang menyebabkan luka pada organ di sekitarnya

4)      Kelainan / Gangguan Fisiologik

a)      Mikrosefalus / Microcephalus

Mikrosefalus adalah kelainan pertumbuhan terkorak kepala yang menyebabkan kepala penderita terlihat lebih kecil dari normal.

b)      Osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang rapuh. keropos dan mudah patah. Umumnya osteoporisis disebabkan oleh hormon jantan / betina yang kurang sempurna atau akibat kekurangan asupan kalsium untuk tulang.

c)      Rakitis / Rachitis / Rakhitis

Rakitis adalah penyakit tulang yang terjadi akibat kurang vitamin D sehingga umumnya menyebabkan bentuk tulang kaki bengkok membentuk huruf O atau X.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: